
Kuala Lumpur, 15 Jan 2025, 3.00 petang – PADA dasarnya, semua parti politik di Malaysia menerapkan strategi politik untuk memperoleh kemenangan dan orang yang berpolitik menunjukkan identiti dan kebolehan masing-masing. Hal yang tidak dibenarkan adalah menggunakan kekuatan politik berupa tindakan kekerasan terhadap suatu kelompok untuk menekan, meremehkan, dan membuat kelompok lain menjadi terpinggirkan. Salah satu penyebab pentingnya dasar-dasar agama di dalam politik kenegaraan adalah sebagai alat untuk mengawal agar para penguasa tidak melakukan hal-hal yang merugikan rakyat, serta mencegah adanya kezaliman.
Dalam hal ini, urusan politik dan Islam merupakan dua hal yang tidak boleh dipisahkan, kerana Islam bukanlah agama yang hanya mengatur persoalan ibadah sahaja tetapi juga mengajarkan segala urusan hidup. Tanpa landasan agama, kita akan melihat keadaan dimana zaman firaun memerintah dahulu kala yang menyiksa dan mengerah rakyat untuk mengikut kehendak dan nafsu serakah raja yang zalim serta menteri-menterinya yang menjadi penghasut dan melaksanakan perkara yang jahat.
Dalam hal ini, urusan politik dan Islam merupakan dua hal yang tidak bisa dipisahkan, sebab Islam bukanlah agama yang hanya mengatur persoalan ibadah individu saja melainkan mengajarkan segala urusan hidup. Salah satunya persoalan politik kenegaraan sebagai alat untuk mengontrol agar para penguasa tidak melakukan hal-hal yang merugikan rakyat, serta mencegah adanya kezaliman
lima hal penyebab umat Islam mudah diadu domba hingga sulit untuk bersatu kembali. Pertama, umat Islam sering tidak dapat menahan diri dalam berbeza pendapat yang kemudian dilanjutkan dalam sikap “minna” dan “minhum”. Kedua, pandangan-pandangan yang secara kaku digunakan untuk menunjukkan diri paling islami dan kelompok sesat jalan. Ketiga, tidak memahami situasi politik dan mudah diarahkan kepada suatu tujuan politik tertentu yang jelas-jelas bertentangan dengan aspirasi politik umat Islam. Keempat, adanya kecenderungan umat Islam untuk masuk “surga pragmatisme materialistic” untuk kepentingan duniawi. Kelima, keengganan dan melewatkan untuk melatih kepimpinan muda yang berinovasi di dalam kemajuan sosial ekonomi dan sosial politik untuk mentadbir negara dengan cara yang betul di masa akan datang.
#Prezcom
Lebih Banyak Berita:
KDN Komited Memastikan Integriti & Keselamatan Dokumen Kad Pengenalan Rakyat Malaysia.